
Teralis adalah rangka besi tipis yang dipasang di depan jendela, pintu, atau lubang angin untuk menambah lapisan pengamanan. Di Pontianak, teralis banyak dipilih pemilik rumah karena harganya relatif terjangkau dan pengerjaannya cepat. Meski sederhana, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan agar teralis benar-benar berguna, bukan sekadar menambah bagian yang harus dirawat.
Artikel ini membahas fungsi teralis, model yang umum dipakai, sampai cara merawatnya di iklim lembap seperti Pontianak.
Apa fungsi utama teralis
Fungsi pertama teralis adalah menghalangi akses langsung ke kaca jendela atau daun pintu. Rangka besi yang dipasang di depan bidang ini membuat orang tidak bisa sembarangan membuka atau memecahkan kaca dari luar. Fungsi kedua adalah menjaga anak kecil atau hewan peliharaan agar tidak jatuh dari jendela lantai atas.
Perlu dipahami, teralis bukan pengganti kunci yang baik. Teralis hanya menambah waktu dan usaha bagi orang yang mencoba masuk. Pintu dan jendela tetap harus terkunci dengan benar. Jadi teralis lebih tepat dipandang sebagai lapisan tambahan, bukan satu-satunya pengaman.
Model teralis yang umum dipakai
Ada beberapa model yang sering dipesan. Pemilihan model biasanya menyesuaikan gaya rumah dan lebar bidang yang dilindungi.
- Batang tegak lurus. Model paling sederhana: batang besi tegak berjarak teratur. Cocok untuk jendela dengan bidang persegi dan gaya rumah sederhana.
- Batang silang atau diagonal. Memberi kesan lebih rapat dan dekoratif. Banyak dipakai pada jendela depan yang terlihat dari jalan.
- Motif lengkung atau geometris. Ada tambahan bentuk lengkung di bagian tengah atau pinggir. Pengerjaannya lebih lama karena butuh pembengkokan.
- Kombinasi rangka dan kawat. Batang disusun dengan anyaman kawat rapat. Dipakai jika pemilik ingin bidang yang lebih tertutup.
Jarak antar batang perlu diperhatikan. Batang yang terlalu jarang membuat teralis mudah dilewati atau dijangkau; batang yang terlalu rapat menambah berat, biaya bahan, dan membuat cahaya masuk berkurang. Untuk jendela kamar, jarak yang lebih rapat biasanya lebih dipilih; untuk jendela ventilasi, batang yang agak renggang masih memadai.
Bahan dan cara pemasangan yang rapi
Teralis umumnya memakai besi berukuran kecil seperti besi beton polos atau besi hollow tipis. Pemilihan bahan memengaruhi berat, kekuatan, dan kemudahan perawatan. Besi yang lebih besar tentu lebih kuat, tetapi juga menambah beban pada kusen jendela tempat teralis dipasang.
Pemasangan yang rapi memperhatikan titik tumpu. Teralis sebaiknya disekrup atau dilas pada rangka yang kokoh, bukan hanya pada dinding tipis. Untuk jendela beton, dipasang baut tanam; untuk kusen besi, teralis bisa langsung dilas. Konfirmasi kondisi bidang saat survei membantu menentukan cara pasang yang tepat.
Perawatan agar tidak cepat berkarat
Karena teralis berada di luar ruangan dan sering terkena hujan, permukaannya rawan berkarat. Langkah paling sederhana adalah memastikan lapisan cat menutup rapat seluruh permukaan, termasuk sambungan las. Sambungan yang tidak dicat rapi biasanya menjadi titik awal karat.
Bersihkan debu dan kotoran secara berkala, lalu periksa bagian yang mulai mengelupas. Bagian kecil yang lekas diperbaiki jauh lebih murah diperbaiki daripada membiarkan karat menyebar hingga batang keropos. Untuk pekerjaan cat di iklim lembap, pilih waktu saat cuaca cukup kering agar lapisan mengering sempurna.
Langkah berikutnya
Sebelum memesan, siapkan jumlah jendela dan pintu, ukuran bidang, serta model yang disukai. Foto lokasi dari beberapa sudut sangat membantu memperkirakan cara pemasangan. Rincian layanan pekerjaan besi ada di halaman layanan, dan contoh pekerjaan dapat dilihat di Portofolio. Diskusi dapat dimulai melalui halaman kontak.
Punya rencana pekerjaan serupa?
Sebutkan jumlah dan ukuran jendela atau pintu yang ingin dipasangi teralis; kita bahas model dan bahannya.