Pintu lapis besi pada muka bangunan rumah

Pintu lapis adalah pintu dengan dua bagian: daun pintu utama dan lapisan tambahan di luarnya. Lapisan ini bisa berupa kerangka besi dengan kawat nyamuk, teralis, atau kombinasi keduanya. Banyak rumah di Pontianak memakainya karena ingin tetap ada udara masuk tanpa pintu selalu dibuka lebar.

Bagaimana pintu lapis bekerja

Pada siang hari, pintu utama bisa dibuka dan hanya lapisan luarnya yang ditutup. Udara tetap mengalir melalui kawat, sementara orang di luar tidak bisa langsung masuk. Saat malam atau saat rumah ditinggal, pintu utama ditutup dan lapisan luar menjadi pengaman tambahan.

Karena ada dua bagian yang bergerak, perhatikan arah bukaan masing-masing. Pintu utama dan lapisan luar sebaiknya tidak saling menghalangi saat dibuka bersamaan. Engsel, kunci, dan pegangan perlu dipasang dengan jarak yang memadai agar tangan tidak terjepit.

Kawat nyamuk: jenis dan pemasangan

Kawat nyamuk untuk pintu lapis tersedia dalam beberapa jenis, mulai dari jaring halus sampai kawat yang lebih tebal. Jaring halus menghalau serangga kecil tetapi lebih mudah sobek. Kawat yang lebih tebal lebih tahan terhadap sentuhan hewan peliharaan, tetapi lubang udaranya lebih lebar.

Kawat harus dipasang kencang pada rangka besi. Kawat yang kendur akan melengkung saat tertiup angin atau tersentuh, dan lama-kelamaan sobek di bagian pinggir. Pinggiran kawat sebaiknya dijepit dengan list atau dilas pada rangka, bukan hanya ditempel.

Bila bagian dalam rumah berdebu atau banyak tanaman, kawat akan cepat tertutup kotoran. Pembersihan rutin dengan sikat lembut dan air membantu menjaga udara tetap lancar serta mencegah karat pada rangka.

Keamanan yang jujur

Pintu lapis menambah lapisan penghalang, tetapi bukan pengganti pintu utama yang kokoh. Kawat nyamuk tidak dirancang untuk menahan dorongan kuat. Fungsi utamanya mengatur akses dan menghalau serangga, sementara keamanan utama tetap pada pintu dan kunci.

Untuk rumah yang sering kosong dalam waktu lama, pertimbangkan teralis pada lapisan luar atau menambah pengunci. Bahasan tentang teralis ada di teralis jendela dan pintu besi.

Perawatan agar awet

Bagian pertama yang perlu diperhatikan adalah sambungan las dan bagian bawah pintu, karena keduanya paling dekat dengan air dan uap dari lantai. Periksa apakah cat mulai menggelembung atau mengelupas. Bagian yang mengelupas sebaiknya dibersihkan dan dicat ulang sebelum karat menyebar. Bahasan lengkap soal tanda karat ada di merawat besi di cuaca Pontianak.

Engsel perlu diberi pelumas ringan secara berkala agar pintu tidak berderit. Baut pegangan dan kunci diperiksa jangan sampai longgar. Untuk kawat, periksa bagian pinggir yang mulai lepas dan segera kencangkan supaya tidak sobek lebih jauh.

Pilih warna cat yang sesuai dengan pintu utama dan fasad rumah. Warna gelap menyerap panas lebih banyak, sementara warna terang membuat pintu terlihat lebih bersih dalam waktu lama.

Langkah berikutnya

Ukur lebar dan tinggi pintu, lalu tentukan apakah pintu lapis dibuka ke dalam atau ke luar. Foto posisi pintu dan dinding di sekitarnya membantu memperkirakan ruang gerak. Rincian pekerjaan ada di halaman layanan dan diskusi bisa dimulai lewat halaman kontak.

Punya rencana pekerjaan serupa?

Sebutkan ukuran pintu dan posisinya (depan, samping, atau dapur); kita bahas susunan pintu lapis yang sesuai.